Secara kebetulan, anak Subur yang bernama (diperankan oleh Leo Chandra) melintas dan mengenali mobil ayahnya. Saat memeriksa bagian dalam mobil, Marta menemukan selembar foto Yeni. Berbekal bukti foto tersebut, Marta langsung melaporkan kejadian ini dan memulai penyelidikan bersama pihak kepolisian. Sayangnya, pencarian tersebut terlambat karena Subur ditemukan sudah tidak bernyawa.
Pengejaran di Bukit Hantu dimulai ketika sebuah peta kuno yang diyakini sebagai kunci menuju wasiat Tuti ditemukan oleh seorang peneliti muda berbakat bernama Adrian. Penemuan ini segera menarik perhatian berbagai pihak, mulai dari kolektor barang antik yang haus akan kekayaan hingga kelompok misterius yang ingin memanfaatkan rahasia wasiat tersebut untuk kepentingan gelap mereka.
"Pengejaran di Bukit Hantu" memiliki ciri khas film thriller kriminal tahun 1980-an:
Saat itulah, Subur didatangi oleh komplotan penjahat, dirampok, diculik, dan akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Anak Subur, , yang secara tidak sengaja menemukan mobil ayahnya dan foto Yeni di dalamnya, mulai melakukan penyelidikan mandiri bersama pihak kepolisian untuk menuntut balas. Data Produksi & Pemeran
: Subur (diperankan oleh Kamsul Chandrajaya), seorang pengusaha kaya raya, terjebak oleh pesona teman kencannya, Yeni (Tuti Wasiat) . Setelah berhasil membujuk Subur untuk mengambil uang tunai dalam jumlah besar, Yeni mengajaknya pergi ke luar kota.
Salah satu perdebatan paling sengit di kalangan pemburu misteri adalah lokasi "Bukit Hantu Tuti Wasiat." Tidak ada data resmi yang mencatat nama bukit ini di peta administratif. Namun, berdasarkan penelusuran dari berbagai cerita viral, setidaknya ada tiga lokasi yang paling sering dikaitkan:
Seperti namanya, "Wasiat", legenda mengatakan bahwa ia meninggalkan pesan terakhir yang tak sempat disampaikan kepada keluarganya. Akibatnya, arwahnya gentayangan, seolah mencari seseorang yang bersedia menjadi perantara untuk menyampaikan wasiat itu. Namun, bagi mereka yang nekad masuk tanpa "izin" atau niat buruk, bukan wasiat yang didapat, melainkan pengejaran yang memakan korban jiwa.
Dalam Pengejaran di Bukit Hantu , karakter yang dimainkannya memegang peranan sebagai femme fatale —sosok wanita pemikat yang pesonanya menjadi awal petaka bagi karakter utama. Karakter Yeni bertindak sebagai jembatan plot utama; tanpa keterlibatannya menjebak Subur, garis cerita pengejaran yang dilakukan oleh Marta tidak akan pernah terjadi. Akting Tuti Wasiat berhasil menghidupkan dualitas karakter Yeni yang tampak manis di luar namun menyimpan niat terselubung di dalam. Detail Produksi dan Kru Film